4 Poin Penting Tentang Capaian Pembelajaran yang Menjadikan Fungsi ELearning Anda Lebih Optimal

Collective problem solving metaphor illustration Premium Vector

Apa yang terpikirkan pertama kali oleh Anda saat akan mengembangkan eLearning? Seringkali beberapa dari kita lebih tertarik untuk membahas bagaimana teknis produksi konten eLearning, seperti perekaman video, editing video, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit pula yang langsung mempertanyakan apa teknologi terbaik untuk menyampaikan bahan ajar melalui eLearning.

Padahal terdapat hal lain yang penting untuk dipertimbangkan sebelum lebih jauh memikirkan hal-hal tersebut. Hal yang paling fundamental dalam pengembangan eLearning adalah merancang desain instruksional daring, yang dimana dilakukan pengintegrasian antara unsur-unsur pedagogis dengan teknologi.

Pada hakikatnya fungsi eLearning bukan hanya sebagai repositori bahan ajar Anda, melainkan perlu disisipkan aktivitas dan interaksi agar tercipta lingkungan belajar yang optimal, meskipun tidak dilakukan secara tatap muka. Secanggih apapun sistem/teknologi eLearning yang dikembangkan, akan kurang berguna jika pengembangannya tidak berdasarkan prinsip-prinsip pedagogis (Alonso, dkk., 2015).

Hal pertama yang dilakukan ketika merancang desain instruksional daring adalah merancang capaian pembelajaran atau learning outcomes. Capaian pembelajaran merupakan pernyataan-pernyataan spesifik dan terukur yang mendeskripsikan apa saja yang perlu dilakukan oleh Mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program pembelajaran. Dengan menggunakan capaian pembelajaran, Anda dapat menentukan roadmap yang mengarah pada terpenuhinya tujuan pembelajaran atau learning objectives.

Lupakan sejenak tentang bagaimana konten dan teknologi yang dapat menarik perhatian Mahasiswa. Mempertimbangkan kearah mana Anda akan membimbing mereka adalah prioritas utama.

Kemana arah pembelajaran pada mata kuliah Anda?.

Kita tidak akan memahami konten dan teknologi apa yang benar-benar dibutuhkan sebelum mengetahui dengan pasti apa yang menjadi tujuan pembelajaran, dan apa saja pencapaian yang harus dilalui untuk memenuhi tujuan tersebut. Karenanya, menjawab sedetail mungkin pertanyaan “mau dibawa kemana proses pembelajaran pada mata kuliah saya?” menjadi prioritas utama sebelum menjawab pertanyaan “konten dan teknologi seperti apa yang dibutuhkan untuk meng-eLearning-kan mata kuliah saya?”. Terlebih dalam eLearning capaian pembelajaran harus diuraikan hingga ke bagian terkecil. Hal ini berguna untuk mengorganisasi materi ajar Anda agar dapat dengan mudah diterima oleh Mahasiswa.

Lakukan brainstorming dengan tim Anda dalam merumuskan capaian pembelajaran yang baku. Dengan begitu bias pada pengukuran ketuntasan belajar Mahasiswa bisa diminimalisir.

Brainstorming untuk menggabungkan ide dan menyamakan persepsi

Kesamaan persepsi antar dosen, baik sesama pengajar di mata kuliah yang sama maupun mata kuliah terkait, mengenai standar pengamatan dan pengukuran ketuntasan belajar Mahasiswa menjadi penting agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ajak rekan-rekan Anda untuk bersama-sama menjawab pertanyaan:

  • “apa yang menjadi urgensi adanya mata kuliah ini?”
  • “pengetahuan, keterampilan, dan perilaku apa saja yang diharapkan dapat mahasiswa kuasai setelah mengikuti mata kuliah ini?”
  • “seperti apa kondisi dan ukuran yang menjadi standar keberhasilan belajar Mahasiswa?”
  • “bagaimana mengintegrasikan mata kuliah ini dengan mata kuliah lain yang terkait?”

dan pertanyaan-pertanyaan lainnya melalui brainstorming. Temukanlah sedetail mungkin poin-poin capaian pembelajaran pada mata kuliah Anda, sebisa mungkin tiap poinnya mengandung satu pengetahuan, keterampilan, atau perilaku secara spesifik yang harus dikuasai oleh Mahasiswa. Mind map dan sticky notes mungkin akan sangat membantu dalam proses ini.

Gunakan Taksonomi Bloom untuk memberikan kejelasan tingkat capaian pembelajaran di eLearning Anda.

Menyusun urutan capaian menggunakan Taksonomi Bloom

Pada proses brainstorming Anda telah menemukan gambaran capaian pembelajaran di mata kuliah Anda. Selanjutnya mengurutkan secara sistematis bagaimana Mahasiswa akan memproses informasi yang Anda sampaikan, atau bagaimana urutan capaian pembelajaran mana yang perlu dituntaskan. Khusus untuk capaian pembelajaran ranah kognitif,  Taksonomi Bloom sangat membantu Anda untuk memahami proses kognitif manusia dalam belajar. Dimulai dari mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, hingga mencipta.

Apakah capaian pembelajaran Anda sudah cukup “SMART”? Ukurlah kualitas pernyataan-pernyataan capaian pembelajaran Anda sebelum mengembangkan eLearning.

Apakah capaian pembelajaran Anda sudah “SMART”?

Pastikan Anda telah menilai kelayakan dari capaian pembelajaran yang telah dikembangkan. Anda bisa mengacu pada lima kriteria capaian pembelajaran yang terdiri dari specific, measurable, achievable, relevant, dan time-bound (SMART). Anda bisa mempertanyakan:

  • “apakah capaian pembelajaran sudah memberikan gambaran jelas tentang apa yang harus dipelajari atau dilakukan oleh Mahasiswa di akhir kegiatan pembelajaran?”,
  • “apa indikator ketercapaian hasil belajarnya?”
  • “apakah capaian pembelajaran tidak terlalu sulit atau terlalu mudah untuk dicapai oleh Mahasiswa?”
  • “apakah capaian pembelajaran memungkinkan mahasiswa dapat memperoleh nilai atau kebermaknaan dari pembelajaran?”
  • “apakah Mahasiswa dapat menuntaskan seluruh capaian pembelajarannya dalam kurun waktu tertentu?”